Oleh: ekobudiprasetio | Juli 2, 2008

TRIK BERHITUNG 1

PERKALIAN  11

Jika Anda memiliki sembarang angka yang berjumlah dua digit

( 12, 13, 14, 17)  kemudian angka-angka tersebut dikalikan  terhadap

Angka 11 maka trik berikut ini dapat Anda gunakan :

  Contoh :

13 x  11

1. Tuliskan angka

     11 x 13 =  1…?…3

2. Jumlahkan  1 dan 3  ( 1 + 3 = 4 )

3. Sisipkan angka 4  di antara 1 dan 3

       1  4   3

Jawaban dari 11 x 13 = 1 4 3 à mudah bukan

 

Kasus lain

14 x 11 = 1 5 4  ( 1 + 4 = 5)

Oleh: ekobudiprasetio | Juni 19, 2008

REMEDIAL FISIKA KELAS VIII BINA DHARMA 2

TUGAS REMEDIAL FISIKA KELAS VIII BINA DHARMA 2
1. Masing-masing siswa meski memiliki E-mail dan bentuk kelompok (1 kelompok : 3-4 orang)
2. Kirimkan beberapa artikel / data yang berhubungan dengan fisika yang berkaitan dengan :
A. Getaran, gelombang dan bunyi
B. Manfaat gelombang bagi kehidupan sehari-hari
C. Cahaya dan Optik
3. Anda dapat mencari data melalui Search Enggine : Google dan lainya
4. Kirimkan data yang di peroleh disertai biodata kelompok ke alamat
e- mail : koditio2005@yahoo.com (Format pengiriman bisa menggunakan format attachment).
Bio data yang dimaksud :
a. Cantumkan nama Email masing-masing anggota (contoh ; Dita : E-mail : Avida@yahoo.com)
b. Nama dan No Absen
5. Setelah membuka Web – Blog ini tekan angka A selama 5 detik agar kunjungan anda terdeteksi.

INGAT TUGAS HARUS TERKIRIM PALING LAMBAT MINGGU TANGGAL 22 JUNI 2008 PUKUL 24:00

SELAMAT MENGERJAKAN

Eko Budi P

Oleh: ekobudiprasetio | November 18, 2007

MATEMATIKA ALAT BANTU MENYELESAIKAN SOAL-SOAL FISIKA

Ada fenomena obrolan yang menarik di antara para siswa yang sempat saya dengar seperti ini :
“ngapain kita belajar matematika ya, sulit-sulit nggak ada gunanya, bikin kepala pusing dan mau pecah aja”, Benarkah belajar matematika nggak ada gunanya, seperti obrolan para siswa itu ? Kenyataannya terutama di tingkat SMA dan perguruan tinggi untuk menguasi Fisika yang tinggi di butuhkan pemahaman matematika yang tinggi pula. Memang ada usaha-usaha oleh pakar pemerhati fisika misalnya Prof. Yohanes Surya.Phd para guru dan siswa dalam belajar fisika di tingkat SMA tidak terjebak dalam perhitungan matematika atau terjebak dalam rumus-rumus, lebih ditekankan pada konsep fisikanya. Saya sangat setuju dalam hal ini, namun dalam kenyataannya tidak mudah mengimplementasikannya dalam pengajaran, banyak hal persoalan fisika lebih mudah diselesaikan, jika seseorang sungguh-sungguh menguasai matematika dan logikanya. Seseorang yang menguasai Fisika pastilah juga menguasai matematika dan logikanya.
Inilah tantangan bagi guru matematika bagaimana memotivasi siswa agar menggemari matematika untuk dapat diaplikasikan dalam bidang-bidang yang lain misalnya fisika, kimia, biologi, ekonomi, akuntansi., sehingga para siswa tidak merasa sis-sia jika harus belajar matematika dan logikanya yang mereka rasa bikin kepala pusing dan mau pecah kepalanya.
Yang jelas adalah bahwa matematika sungguh-sungguh menjadi alat bantu berfisika, jika ingin menguasai teknologi tinggi haruslah sungguh-sungguh menekuni matematika dan fisika. Jika para siswa sungguh-sungguh memahami logika dan konsep matematika maka mereka akan lebih enjoy dan mudah belajar fisika dan tentunya ajakan YOK ASYIK BELAJAR FISIKA sungguh-sungguh mengena di hati kita semua.

Diposting oleh Stevanus Arianto
di 21:42

Oleh: ekobudiprasetio | November 18, 2007

Tebak Fisika

Saya punya soal yang sulit saya pecahkan,yaitu:

Sebuah termometer hambatan platina digunakan untuk mengukur suhu
tungku.
Pada suhu 20 derajat Celcius hambatan termometer adalah 11 Ohm.
Ketika termometer dimasukkan ke dalam tungku, ternyata hambatannya
menjadi 3 kali hambatan semula.
Berapakah suhu tungku jika koefiesien suhu (alpha) dianggap konstan?

Melalui milis ini, saya meminta teman-teman mau membantu saya
memecahkannya.
Atas jawaban yang diberikan, saya mengucapkan terima kasih.

Anggota milis baru,

ABU MASQON SJUEB

Oleh: ekobudiprasetio | November 18, 2007

Soal Fisika SMA kKelas Dua IPA

1. Pernyataan yang benar sesuai dengan hukum Snellius adalah ……
Sudut datang = sudut pantul
Sinar datang = sinar pantul
Sinar datang, sinar pantul dan bidang datar terletak pada garis normal
Sinar datang dari medium rapat ke renggang dibiaskan menjauhi normal
Sinar datang dari medium renggang ke rapat dibiaskan mendekati normal

2. Cermin datar diputar dengan sudut 100, maka bayangannya akan bergeser ………
100 c. 300 e. 500
200 d. 400

3. Dua cermin dipasang berhadapan membentuk sudut α. Agar jumlah bayangan yang dibentuk berkurang 6 ternyata sudut α harus ditambah 50, maka besar sudut α adalah ……..
300 c. 150 e. 900
450 d. 600

4. Benda diletakkan di ruang 3 pada cermin cekung, maka bayangannya akan berada pada ruang……..
5 c. 3 e. 1
4 d. 2

5. Cahaya datang dengan sudut 600 dari udara menuju kaca yang indeks biasnya . Jika cahaya mengalami pergeseran 4 cm, maka tebal kaca adalah ……..
6 cm c. 5 cm e. 4 cm
5 cm d. 4 cm

6. Lensa cembung mempunyai jari-jari kelengkungan 10 cm, maka kekuatan lensa tersebut adalah ……
2 Dioptri c. 4 Dioptri e. 6 Dioptri
3 Dioptri d. 5 Dioptri

7. Sebuah benda depan lensa dengan focus 20 cm. Bayangan yang terjadi ternyata tegak dan tingginya dua kali benda. Jarak antara benda dengan lensa adalah ……
3,3 cm c. 10 cm e. 30 cm
5 cm d. 15 cm

8. Bagian mata yang berfungsi sebagai layar adalah ……..
Lensa c. Pupil e. Iris
Kornea d. Retina

9. Seorang hipermetropi dapat ditolong dengan menggunakan kacamata berlensa ……..
Cekung c. Konkaf e. Rangkap
Cembung d. Negatif

10. Lup dengan kekuatan lensa 25 dioptri dipakai seorang bermata normal. Bila pengamatan dilakukan dengan berakomodasi maksimum, maka perbesarannya adalah ……..
7,25 kali c. 8 kali e. 10 kali
7,5 kali d. 8,25 kali

11. Pengamatan menggunakan mikroskop jika mata tak berakomodasi maka bayangan okuler berada pada ………
ruang 1 okuler d. ruang 4 okuler
ruang 2 okuler e. jauh tak hingga
ruang 3 okuler

12. Teropong bintang dengan focus objektif 100 cm dan focus okuler 5 cm. Jika pengamatan dengan mata normal tak berakomodasi, maka panjang teropong bintang dan perbesarannya adalah ………
100 cm dan 20 X d. 105 cm dan 20X
150 cm dan 25 X e. 125 cm dan 25X
120 cm dan 20 X

13. Teropong yang salah satu komponennya menggunakan cermin datar adalah ……….
Teropong bintang d. Teropong bumi
Teropong panggung e. Teleskop
Teropong pantul

14. Perhatikan pernyataan berikut :

1) Pada teropong, jarak focus objektif lebih panjang daripada okuler

2) Pada mikroskop, jarak focus objektif lebih pendek daripada okuler

3) Perbesaran teropong

Pernyataan yang benar adalah ……..
1 d. 2 dan 3
1 dan 2
1 dan 3

15. Mikroskop dengan focus objektif 10 mm dan focus okuler 4 cm. Benda berjarak 11 mm di depan lensa objektif diamati dengan mata tak berakomodasi, maka perbesarannya ………
62,5 kali c. 72,5 kali e. 100 kali
70 kali d. 80 kali

16. Sinar katoda, dalam penemuannya memberikan landasan ditemukannya ………..
Sinar anoda d. Sinar alfa
Sinar ultraviolet e. Sinar beta
Sinar X

17. Yang pertama kali mempunyai konsep tentang elektron adalah ……
Dalton d. Millikan
Thomson e. Bohr
Rutherford

18. Sifat sinar X adalah sebagai berikut :

1) Frekuensinya sangat tinggi

2) Dapat menghitamkan plat film

3) Dipengaruhi medan magnet dan listrik

4) Dapat menembus benda padat

Pernyataan yang betul adalah ……..
1, 2 dan 3 c. 2 dan 3 e. 2 dan 4
1, 2 dan 4 d. 1 dan 4

19. Atom yang berpijar akan menghasilkan spektrum ………..
Kontinu c. Absorbsi e. Gas
Pita d. garis

20. Sinar katoda dilewatkan pada medan listrik dan medan magnet. Jika induksi magnetik 5.10-3 Tesla dan medan listriknya 3.000 Volt, maka kecepatan sinar katoda adalah ……..
15.106 m/s d. 3.106 m/s
6.105 m/s e. 200000 m/s
16,67.105 m/s

21. Berikut adalah kesimpulan Dalton :

1) Atom merupakan bagian terkecil yang tak terbagi lagi

2) Dua atom atau lebih dapat membentuk molekul.

3) Atom suatu unsur dapat berubah menjadi unsur lain

Pernyataan yang benar adalah …….
1 dan 3 c. 2 dan 3 e. 2 saja
1 dan 2 d. 1 saja

22. Teori atom Thomson ditumbangkan oleh percobaan ……….
Tetes minyak Millikan
Sinar Katoda
Hamburan sinar alfa
Spektrum atom hidrogen
Semua salah

23. Laser hádala berkas cahaya yang mempunyai sifat ………
tidak koheren, monokromatis dan sejajar
monokromatis, koheren dan sejajar
tidak koheren, polikromatis dan sejajar
koheren, polikromatis dan sejajar
monokromatis, koheren dan tidak sejajar

24. Sebuah electrón bertransisi dari n = 4 ke n = 1 pada atom Hidrogen akan memancarkan energi ……..
17,52 eV c. 13,5 eV e. 10,2 eV
14,49 eV d. 12,75 eV

25. Kelemahan teori atom Bohr adalah ………
Elektron akan mendekati inti atom dan akibatnya atom tak stabil
Atom suatu unsur dapat berubah menjadi unsur lain contoh unsur radioaktif
Tidak dapat menerangkan pengaruh medan magnet terhadap spektrum atom
Muatan positif tidak menyebar, melainkan memusat pada inti atom
Semua benar

26. Sebuah ion 1327Al3+ akan memiliki jumlah proton, neutron dan elektron berturut-turut ……
13, 14 dan 10 d. 13, 16 dan 14
13, 13 dan 14 e. 13, 14 dan 13
10, 10 dan 14

27. Sebuah inti atom mempunyai massa p sma. Jika massa seluruh protonnya q sma dan massa seluruh neutronnya r sma, maka besar energi ikat inti adalah …….
(p + q + r) x 931 MeV
(p – q – r) x 931 MeV
(p + q) x 931 MeV
(r + p – q) x 931 MeV
(r – p + q) x 931 MeV

28. Suatu unsur radioaktif yang waktu paruhnya 90 menit ternyata meluruh 15/16 bagian, maka umur unsur tersebut adalah ………
360 menit d. 200 menit
300 menit e. 150 menit
250 menit

29. Pada reaksi inti berlaku hukum-hukum seperti di bawah ini, kecuali ……..
Hukum kekekalan nomor massa
Hukum kekekalan momentum
Hukum kekekalan muatan
Hukum kekekalan nomor atom
Hukum kekekalan energi

30. Jika unsur radioaktif mempunyai waktu paruh 120 detik, massa mula-mula 2 gram, maka setelah 8 menit bahan tersebut tinggal ………

a. gram d. gram

b. gram e. gram

c. gram

Soal essay

1. Sebutkan sinar-sinar istimewa pada cermin cekung !

2. Teropong bintang dengan kekuatan lensa objektif 0,1 dioptri dan kekuatan lensa okuler 10 dioptri. Mars tampak berdiameter 5 mm dari bumi dengan mata telanjang. Bila diamati dengan mata tak berakomodasi menggunakan teropong bintang tersebut, tentukan :
Perbesaran bayangan yang dihasilkan !?
Diameter bayangan mars !?

3. Siapa penemu sinar X dan jelaskan proses terjadinya sinar X tersebut !?

4. Berapakah energi yang diperlukan sebuah elektron yang bertransisi dari kulit L ke kulit M?

5. Sesudah 2 jam, seperenam belas bagian suatu unsur radioaktif masih bersifat radioaktif. Hitung waktu paruh unsur tersebut !?

Oleh: ekobudiprasetio | November 18, 2007

Standar UAN SD

Standar Nilai Ujian Nasional SD Ditentukan Sekolah

Jumat, 09 Nopember 2007

Standar Nilai Ujian Nasional SD Ditentukan Sekolah

JAKARTA — Sekolah berhak menentukan standar nilai untuk Ujian Nasional (UN) tingkat SD/Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB). Dengan ketentuan itu diharapkan masyarakat tidak terlalu khawatir akan tingginya angka ketidaklulusan pada siswa SD sebagaimana terjadi pada siswa SMP dan SMA.

Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Prof Djemari Mardapi, didampingi Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Balitbang Depdiknas, Burhanuddin Tola, dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (8/11) mengatakan pemerintah hanya menyiapkan materi ujian untuk tiga mata pelajaran–Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)– yang dijadikan bahan UN pada bulan Mei 2008.

”Ujian nasional akan dilaksanakan secara terintegrasi dengan ujian akhir sekolah (UAS) untuk SD/MI dan SDLB. Ujian nasional yang terintegrasi dengan ujian sekolah/madrasah (UNTUS) ini dilaksanakan satu kali pada minggu ke tiga Mei 2008,” kata Prof Djemari.

Dia berharap masyarakat tidak perlu khawatir bila angka ketidaklulusan pada ujian nasional SD bakal tinggi menyusul keberatan banyak kalangan yang menilai siswa SD belum siap untuk menghadapi ujian nasional.

”Soal ujian nasional terdiri dari 40 persen yang ditetapkan BSNP dan berlaku secara nasional serta 60 persen soal lainnya ditetapkan oleh penyelenggara UNTUS tingkat provinsi berdasarkan spesifikasi yang telah ditetapkan BNSP,” katanya Prof Djemari lagi. Dia mengungkap para guru telah terlatih menyusun soal sesuai spesifikasi yang diharapkan.

Sedangkan, kisi-kisi soalnya disusun berdasarkan materi Kurikulum 1994 dan Standar Kompetensi Dasar.

”Kriteria kelulusan UNTUS ditetapkan setiap sekolah/madrasah melalui rapat dewan guru dengan mempertimbangkan nilai minimum setiap mata pelajaran yang diujikan dan nilai rata-rata ketiga mata pelajaran yang diujikan,” kata Prof Djemari.

Selain itu, sekolah juga diminta memperhatikan nilai sehari-hari, perilaku, dan akhlak siswa sehingga hasil ujian nasional tersebut tidak semata-mata diperoleh dari ujian saja.

UNTUS tahun pelajaran 2007/2008 akan diikuti sekitar 5, 2 juta peserta yang berasal dari 184 ribu SD/MI/SDLB dan pada akhir kelulusan siswa akan menerima Surat Keterangan Hasil UNTUS yang diterbitkan oleh sekolah/madrasah.

Pendidikaan.net

Oleh: ekobudiprasetio | November 18, 2007

Tentang Kurikulum

Saya yakin punya kesamaan pandangan dengan teman-teman sekalian bahwa: muatan dan materi mata pelajaran sejenis untuk tingkat SD, SMP dan SMA, pastilah berbeda. Karena jenjangnya memang berbeda.

Standar Isi Kurikulum Pendidikan 2004-2006 adalah salah satu produk utama BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan). Bagian yang tercantum di produk kebijakan (?) pendidikan tersebut untuk pelajaran Bahasa Indonesia adalah:

1. Bagian Latar Belakang (termasuk memuat 6 butir variabel yang diharapkan dicapai), bagian Tujuan (termasuk 6 butir pencapaian kemampuan), serta bagian Ruang Lingkup (4 butir aspek), dituangkan dalam penjelasan 425 kata. Dan persis sama untuk panduan yang diperuntukkan bagi SD/MI, SMP/MTs, serta SMA/MA.

TEMUAN SAYA:
Bagian yang sama di panduan yang diperuntukkan bagi SD/MI, SMP/MTs, serta SMA/MA tersebut mencapai 99%. Ya …. 425 kata untuk menjelaskan bagian-bagian penting sebuah kurikulum nasional bagi mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk tingkat SD, SMP dan SMA, mencapai kesamaan 99 %.

PERTANYAAN SAYA:
–> Benarkan hanya 1% perbedaan pengajaran pelajaran Bahasa Indonesia di SD, SMP dan SMA; termasuk dalam hal dasar pemikiran, tujuan serta ruang lingkupnya?
–> Kalau jawabannya benar, pertanyaan lanjutannya adalah: benarkah teknik penjabaran BSNP untuk hal tersebut adalah “teknik COPY PASTE”?

2. Jumlah buku sastra dan nonsastra yang distandarkan BSNP sebagai kelayakan kemampuan baca anak Indonesia. Kutipan selengkapnya adalah:

“Pada akhir pendidikan di SD/MI, peserta didik telah membaca sekurang-kurangnya sembilan buku sastra dan nonsastra.”

“Pada akhir pendidikan di SMP/MTs, peserta didik telah membaca sekurang-kurangnya 15 buku sastra dan nonsastra.”

“Pada akhir pendidikan di SMA/MA, peserta didik telah membaca sekurang-kurangnya 15 buku sastra dan nonsastra.”

TEMUAN SAYA:
Kurikulum nasional untuk bacaan dan karya Bahasa Indonesia hanya mencakup sastra dan nonsastra. Belum terpikirkan cakupan bacaan dan karya: fiksi dan fakta/nonfiksi; sastra, populer dan pop; dll.

PERTANYAAN SAYA:
–> Benarkah kualitas generasi baru Indonesia yang berdasarkan kurikulum nasional melalui pelajaran Bahasa Indonesia dianggap akan mampu memahami dan merespon situasi lokal, regional, nasional dan global (tercantum di dalam Standar Isi): cukup dengan membaca 9 judul buku selama 6 tahun untuk murid SD serta 15 judul buku dalam 3 tahun untuk masing-masing siswa SMP dan SMA?
Forum PendidikanIndonesia

Oleh: ekobudiprasetio | November 18, 2007

Evaluasi

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
No.032 – November 2001

Berbagai topik pendidikan dan kebudayaan dimuat dalam jurnal edisi 32 ini. Topik-topik tersebut meliputi pelaksanaan pengajaran Bahasa Indonesai, pemberdayaan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), kualifikasi dosen, evaluasi proses pembelajaran di perguruan tinggi, peranan tenaga pendidikan luar sekolah (PLS), peranan pendidikan dalam pemberdayaan masyarakat, burnout yang dialami guru, peranan tata bahasa teks dalam menciptakan makna, peralihan dari penggunaan huruf lontara ke huruf latin, dan rencana induk arkeologi sebagai master plan atau action plan.

Sarwiji Suwandi meneliti pelaksanaan pengajaran Bahasa Indonesia di sekolah menengah umum berdasarkan kurikulum 1994. Hasil penelitian itu menunjukkan bahwa: (1) Sebagian guru telah memahami Kurikulum 1994, namun sebagaian besar yang lain masih kurang memahami; (2) Pembelajaran Bahasa Indonesia dilaksanakan secara terpadu (integratif), namun belum semuanya berlangsung secara efektif; (3) Guru menemukan sejumlah permasalahan dalam kegiatan belajar-mengajar, antara lain yang bertalian dengan buku dan pengajaran kosakata; (4) Permasalahan tersebut dicoba diatasi oleh guru dengan memanfaatkan Forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP); dan (5) Sebagian besar pembelajaran bahasa Indonesia belum mampu mewujudkan siswa yang mahir berbahasa Indonesia.

Pemberdayaan mata pelajaran IPA dalam upaya menunbuhkembangkan sikap positif terhadap lingkungan dibahas oleh Arif Sholahuddin. Menurutnya, manusia dalam kehidupannya sangat tergantung pada lingkungan, karena itu upaya untuk melindungi dan melestarikan lingkungan mutlak dilakukan. Salah satu upaya adalah penumbuhkembangan sikap positif pada lingkungan melalui pendidikan formal. Mata pelajaran IPA (biologi, kimia dan fisika) mengandung materi yang sarat dengan pengetahuan lingkungan hidup yang perlu lebih diberdayakan sebagai upaya menumbuhkembangkan sikap positif terhadap lingkungan hidup, melalui penerapan metode yang tepat.

Safrudin Chamidi menganalisis kualifikasi dosen tahun 1999/2000. Ia menemukan bahwa menurut jenjang pendidikan dari keseluruhan dosen Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang berjumlah 50,3 ribu, sekitar 9,4 persen berijazah S3, 36 persen berijazah S2, dan 54,6 persen berijazah S1; sedangkan dari 139 ribu dosen Perguruan Tinggi Swasta (PTS), sekitar 5,2 persen berijazah S3, 27,7 persen berijazah S2, dan 67,1 persen berijazah S1. Menurut jenjang kepangkatan akademis, dari seluruh dosen PTN, sekitar 3,26 persen dosen telah mencapai posisi sebagai profesor, yang lebih dari separuhnya (58,9 persen) berada di Jawa; sedangkan dosen PTS baru ada sekitar 2,35 persen yang mencapai posisi sebagai profesor, yang dua per tiganya berada di Jawa. Selain itu, ditemukan juga bahwa semakin tinggi jenjang struktural, semakin sedikit jumlah dosen; dan semakin tinggi jenjang struktur penelitian, semakin kecil jumlah dosen.

Evaluasi proses pembelajaran sebagai kontrol kualitas di lembaga pendidikan tinggi yang otonom dibahas oleh Sasmoko. Ia berpendapat bahwa dalam evaluasi proses pembelajaran cenderung meningkatkan kinerja lembaga pendidikan yang otonom. Untuk itu, evaluasi proses pembelajaran harus dimasukkan sebagai salah satu komponen dalam evaluasi kurikulum. Tahap evaluasi proses pembelajaran meliputi: penentuan tujuan evaluasi, disain evaluasi, pengembangan instrumen, kalibrasi instrumen evaluasi proses pembelajaran, pengumpulan data, analisis data, interpretasi data, dan tindak lanjut hasil evaluasi. Secara konseptual, tahap di atas, dapat lebih diperdalam ke dalam tahap-tahap: penentuan tujuan, disain evaluasi, pengembangan instrumen evaluasi, pengumpulan data, kalibrasi, analisis, dan tindak lanjut.

H. M. Norsanie Darlan meneliti peran tenaga pendidikan luar sekolah (PLS) dalam menuntaskan wajib belajar pendidikan dasar (Wajar Dikdas) 9 tahun bagi masyarakat desa tertinggal. Hasil penelitian itu menunjukkan bahwa Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Depdiknas selaku ujung tombak selama ini tak mampu berperan banyak bagi masyarakat. Dari hasil penelitian itu ia menyarankan: (1) Dikmas Depdiknas baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten dan propinsi harus menyediakan lebih banyak tenaga-tenaga profesional di bidangnya seperti sarjana PLS dan Diploma; (2) dalam mendirikan SLTP-Terbuka, sebaiknya tidak satu lokasi dengan paket B karena programnya menjadi tumpang tindih; dan (3) Salah satu upaya penuntasan Wajar Dikdas 9 tahun bagi anak usia sekolah yang rumahnya jauh dari SLTP adalah penyediaan asrama siswa di setiap kecamatan yang memiliki desa tertingal.

Peranan pendidikan dalam pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan sesuai dengan tuntutan otonomi daerah dibahas oleh Mangatas Tampubolon. Ia mensinyalir banyaknya kritikan yang umumnya meragukan bahwa masyarakat memiliki potensi untuk dilibatkan sebagai pelaksana pembangunan. Menurutnya, meskipun kritik-kritik di atas ada benarnya, tetapi dengan hanya menyalahkan masyarakat tanpa mencari faktor-faktor penyebabnya maka permasalahannya tidak dapat dipecahkan. Yang lebih penting adalah mencari solusi yang sifatnya komprehensif. Faktor utama penyebab permasalahan itu adalah rendahnya sumberdaya manusia (SDM). Karena itu, upaya-upaya pemberdayaan masyarakat melalui aktualisasi pendidikan perlu mendapat perhatian. Pendidikan memegang peranan kunci dalam mencetak SDM yang berkualitas.

Sutjipto membahas burnout yang dialami tenaga pemberi layanan seperti guru. Burnout pada pekerja pelayanan kemanusiaan lebih sering dikaitkan dengan perasaan lelah secara fisik dan psikis, gelisah dan tidak mampu tidur dengan baik, dan kecemasan yang mengambang. Menurutnya, burnout terjadi akibat berubahnya kondisi psikologis akibat reaksi terhadap situasi kerja yang tidak menguntungkan. Dalam arti lain, burnout secara esensial adalah hasil dari interaksi yang tidak menguntungkan antara pemberi pelayanan kemanusiaan dengan penerima layanan yang membutuhkan.

Peranan tata bahasa teks dalam menciptakan makna dalam bahasa dibahas oleh Ferry Adenan. Komunikasi melalui bahasa bertujuan menyampaikan makna (jika berbicara atau menulis) atau menangkap makna (jika mendengar atau membaca). Kedua jenis aktivitas itu masih sulit dilaksanakan dengan baik oleh pengajar maupun pembelajar bahasa Inggris. Menurutnya, systemic functional linguistics (SFL) yang dikembangkan oleh Halliday, Mathiesen, dan Martin dapat membantu pengajar dan pembelajar bahasa Inggris di Indonesia dalam menyampaikan makna atau menangkap makna secara produktif maupun reseptif. Langkah-langkah SFL meliputi (i) konteks budaya, (ii) konteks situasi, (iii) semantik wacana, (iv) tata bahasa ideasional, dan (v) tata bahasa tekstual.

Sarkawi meneliti peralihan dari penggunaan huruf lontara ke huruf latin yang menandai pergeseran pendidikan tradisional ke pendidikan kolonial di Makassar. Ia menemukan bahwa sebelum masuknya pendidikan kolonial, bangsa Indonesia sesungguhnya adalah bangsa yang terdidik. Hal tersebut terbukti dengan tumbuh suburnya pendidikan yang bersifat tradisional dan tersebar di seluruh nusantara, yang dapat dilihat dengan berkembangnya penggunaan huruf lontara dan tradisi mangngaji. Namun demikian, pendidikan tradisional mengalami pergeseran ke pendidikan kolonial, khususnya ketika pemerintah kolonial Belanda membutuhkan pegawai-pegawai administrasi rendahan untuk mengisi pos-pos pemerintahannya. Karenanya, sistem yang diterapkannya tidak lepas dari tujuan politiknya dalam usaha mempertahakankan kekuasaan.

Syafwandi membahas rencana induk arkeologi sebagai master plan atau action plan. Menurutnya, perencanaan tata ruang itu bukan merupakan kerja yang hanya berorientasi di sekitar benda-benda mati semata karena perencanaan itu dilakukan untuk kepentingan manusia. Karena persoalannya pada tata ruang, tentu saja perencanaanya memusat pada perencanaan tata ruang manusia. Perencanaanpun diarahkan sedemikian rupa sehingga tidak hanya bersifat lokal atau wilayah, melainkan sudah harus disiapkan dalam konteks nasional. Rencana Induk Arkeologi (RIA) yang dibuat oleh Ditlinbinjarah, Dirjenbud, Depdiknas yang hadir dengan landasan arkeologi ansich tampaknya tidak akan menjelaskan masalah tata ruang (khususnya kota lama) yang bersifat menyeluruh. Dengan melihat pada implementasinya, pendekatan yang digunakan lebih mengarah pada action plan archeologi (APA)

Selamat membaca.

Abbas Ghozali

Oleh: ekobudiprasetio | November 18, 2007

Evaluasi umum

Evaluasi Pendidikan
Evaluasi dilakukan untuk setiap tahapan akademik. Pada akhir mata kuliah atau seminar akan dilakukan evaluasi kelulusan dengan memberikan huruf mutu A, B+, B, C, D dan E. Angka huruf mutu A, B+, B, C, D dan E adalah 4; 3,5; 3; 2,5; 2 dan1. Peserta kuliah dan seminar dinyatakan lulus jika memperoleh huruf mutu A, B+, B, dan C. Terhadap peserta yang memperoleh huruf mutu D dan E akan diberikan satu kali kesempatan evaluasi perbaikan. Calon peserta diperbolehkan menempuh ujian kualifikasi menjadi kandidat Doktor jika memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 3,00. Bagi mereka yang belum memenuhi persyaratan tersebut diperkenankan mengulang mata kuliah atau seminar untuk memperbaiki nilai. Perbaikan hanya diijinkan satu kali bagi setiap mata ajaran dalam kurun waktu 6 semester. Bagi kandidat Doktor wajib menempuh dan lulus seminar usulan penelitian disertasi sebelum melakukan penelitian lapangan. Seminar dihadiri oleh Tim Promotor dan Penelaah (Oponen). Kelulusan seminar usulan penelitian adalah minimal 3,00.

Tahap akhir pendidikan adalah kegiatan penelitian disertasi yang dilakukan berdasarkan usulan penelitian yang telah dinyatakan lulus. PenuIisan disertasi dilakukan dibawah bimbingan Tim Promotor. Kualifikasi disertasi berisi sumbangan pemikiran bagi penyelesaian masalah dan isu bisnis dengan menggunakan metodologi yang tepat. Ujian akhir untuk memperoleh gelar Doktor yaitu ujian sidang yang dapat dihadiri umum. Ujian naskah disertasi tertutup adalah untuk melakukan penilaian dan persetujuan Tim Promotor dan Penelaah (Oponen) terhadap kebenaran isi naskah dan akan dinyatakan lulus jika IPK sekurang-kurangnya 3,00. Sedangkan ujian sidang terbuka adalah untuk mempertahankan disertasi di depan umum dan dilaksanakan jika telah memenuhi persyaratan kelulusan pada tahap akademik sebelumnya.

Oleh: ekobudiprasetio | November 18, 2007

KBK ATAU KTSP MENUNTUT GURU FISIKA KREATIF

KBK ATAU KTSP MENUNTUT GURU FISIKA KREATIF
KBK yang dilangsungkan hingga tahun pelajaran ini atau KTSP yang akan diberlakukan tahun depan dan diharapkan tahun 2009 sudah dilaksanakan di segepan satuan Pendidikan. Sebenarnya sangat menuntut para guru fisika di SMA untuk sungguh-sungguh kreatif. Kreatif dalam menyusun silabus yang sesuai dengan kondisi dan situasi siswa atau daerah, juga kreatif dalam membuat media pembelajaran untuk menjelaskan teori dan konsep yang kadang abstrak agar tervisualisasi sehingga mudah dipahami dan dimengerti siswanya.

Media pembelajaran yang dipersiapkan dan dibuat oleh guru sendiri merupakan hal yang mutlak sebenarnya dalam KBK atau KTSP dan hal ini tentunya menuntut kreatifitas dan usaha yang terus menerus dari para guru fisika. Media pembelajaran dapat dibuat dengan teknologi informasi dengan membuat animasi-animasi yang menarik yang dapat memvisualisasikan teori dan konsep fisika yang abstrak, hal ini dapat dibuat sendiri oleh guru yang menguasai program powerpoint atau flash, jika tidakpun paling tidak guru fisika harus surfing di internet untuk memperoleh bahan-bahan tersebut. Selain dengan teknologi informasi dapat pula membuat alat-alat sederhana untuk menjelaskan teori dan konsep fisika tersebut yang disesuaikan dengan kondisi daerah.

Memang disadari bahwa teknologi informasi belum merata di negara kita ini yang sangat luas, tentunya banyak daerah yang belum terjangkau dengan net, ataupun komputer, oleh karena itu di daerah-daerah terpencil guru fisika sangat dituntut dalam kreatifitas membuat alat-alat sederhana yang mampu menjelaskan teori dan konsep fisika, sesuai dengan peralatan yang ada dan kondisi daerahnya. Sedangkan di kota-kota besar memang umumnya melakukan pendekatan dengan teknologi informasi, dengan net maupun perangkat komputer, hal ini menuntut para guru fisika di kota besar untuk mau atau tidak mau menguasai teknologi net maupun komputer.

Apalagi pola pendekatan dan tujuan laboratorium fisika sekarang beralih dari pembuktian teori atau konsep yang diajarkan menjadi life education bagi siswa yang merupakan penilaian psikomotoriknya untuk menemukan teori atau konsep fisika yang sudah ada. Hal ini menuntut para guru fisika membuat lembar kerja siswa yang merangsang siswa untuk bekerja dan mencoba menemukan teori, konsep, rumus fisika sederhana, sehingga mereka dilatih untuk menjadi peneliti-peneliti muda.

Penulis sendiri dalam melaksanakan PBM di SMAK. St. Louis I Surabaya mencoba menggunakan pendekatan teknologi informasi dengan membuat website (http://www.fisika-smu.com) yang berisi program, diktat, rumus, soal-soal, percobaan sederhana dan slide (power point), nilai-nilai siswa yang dapat diakses oleh siswa baik di rumah maupun di sekolah dengan laptop mereka sendiri. Penulis mencoba pula dengan membuat CD interaktif fisika yang berisi penjelasan teori atau konsep fisika dengan slide (powerpoint), soal-soal uraian yang diisikan dan diberi kesempatan 3 kali untuk menjawabnya dengan benar, atau melihat jawabannya. Juga Uji kompetensi terdiri dari 20 soal obyektif test dan 5 soal uraian yang diisikan siswa dengan menggunakan komputer dan langsung dapat dilihat hasilnya oleh siswa dengan nilai kompetensi 70.

Dalam melaksanakan PBM di sekolah penulis memberikan tugas terlebih dahulu pada para siswa untuk melakukan percobaan sederhana dalam kelompok (4 orang) yang dipresentasikannya dalam kelas. Dengan memberi kesempatan pada para siswa mengembangkan pemikiran dalam percobaan sederhana itu (bahan mereka melihat di website http://www.fisika-smu.com ) melalui pertanyaan-pertanyaan yang saya ajukan mereka diajak memperdalam teori dan konsep fisika yang baru mereka presentasikan, barulah penulis menjelaskannya dengan powerpoint (dapat diakses di www.fisika-smu.com/pansatu.html) kemudian penulis memberikan tugas mengerjakan soal-soal.

Para siswa disediakan fasilitas belajar mandiri di rumah dengan CD interaktif dan uji kompetensi sehingga mereka dapat mengulang kembali apa yang telah dijelaskan di ruang media pembelajaran dan mereka dapat melakukan uji kompetensi sendiri di rumah masing-masing.

Dari pengalaman penulis memang dengan KBK dan KTSP ini para guru fisika terdorong dan tertantang untuk terus menerus memfasilitasi siswa untuk dapat mengerti dan memahami teori dan konsep fisika demi kemajuan teknologi di tanah air kita ini. Akhirnya bagi para guru yang kurang berusaha dan kurang belajar akan terlindas sendiri oleh jaman dan akan jauh tertinggal.

Tentunya para guru fisika harus saling menyemangati dan rela untuk berbagi pengalaman, Maka perlulah hal ini disadari dan kemudian terdapat action melibatkan diri dalam suatu sarana saling berkomunikasi antar guru fisika misalnya melalui sebuah rubrik atau yang sekarang sedang tren adalah melalui Blog seperti ini, menulis pemikiran, bahan ataupun artikel yang dapat didiskusikan bersama dengan saling memberikan komentar. Semoga !

Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.